<!-- --><!-- --><style type="text/css">@import url(http://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/697174003-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=4878070094452721167&amp;blogName=Tulisan+Evi&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://nadaraysa.blogspot.com/search&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http://nadaraysa.blogspot.com/&amp;vt=4370681297014330745" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
0 comments | Jumat, 30 April 2010



Jangan menangisi masa lalu dan jangan mengucurkan air mata dengan sia-sia, karena bukanlah kemampuan kita untuk mengembalikan masa lalu

Get more frame on BlogFrames

1 comments | Rabu, 20 Januari 2010

Aku kan doyan banget sama yang namanya peyek, nah aku suka pesen tuh sama tetangga sebelah rumah yg aku panggil bude (ngikutin anak2 kalo manggil si ibu tetangga itu)

Bude kenal sama Ibu penjual peyek ini karna si ibu penjual suka masarkan peyeknya ke ibu2 sekolah Al Azhar yg lagi nungguin anaknya sekolah, nah si bude ini nawarin aku deh mo nitip ga secara peyek nya enakkkk banget kata si bude berpromosi.

Benerrrr! peyek nya enak!

Si ibu penjual tinggal berdua aja sama anaknya yg menderita polio..dan makin lama badan si anak makin mengecil, suami si ibu sudah meninggal, penghasilan si ibu ini hanya dari menjual peyek nya.

semalam, pas bude main kerumah ku, aku bilang ke dia kalo aku mo pesan peyek lg...secara terakhir aku pesan pas bulan ramadhan lalu. trus si bude bilang kalo si ibu penjual peyek meninggal! inalillahi wa innaillahi rojiun...

seminggu sebelum lebaran, si ibu penjual itu membawa anaknya untuk pulang ke kampungnya menengok ibunya yg sudah tua dan sekalian berlebaran di sana. Katanya si ibu penjual itu bilang ke ibunya kalo dia mo nitipkan anaknya di kampung saja biar si anak di urus oleh neneknya.

Besoknya secara tiba-tiba, si ibu penjual peyek meninggal tidak ada sakit apapun..yg dia bilang cuma cape karna banyak ngerjain pesanan peyek yg sangat banyak.

Duh...
"Insting" ibu penjual itu tepat banget...di saat terakhirnya..di saat badannya terlalu cape untuk di buat jalan jauh dia masih sempat untuk menitipkan si anak untuk di asuh oleh neneknya.
bagaimana kalo dia tidak sempat mengajak si anaknya untuk pulang kekampung? bagaimana kalo dia blm sempat menitipkan anaknya ke orang tuanya untuk di asuh?
akan sama siapa sianak itu apabila masih tinggal sendiri di rumah kontrakannya di
jakarta?

Memang, jasa seorang ibu tidak akan terbalas apapun oleh kita... karna apapun akan dilakukan oleh dia untuk melindungi anaknya!

0 comments | Jumat, 30 Oktober 2009

Ga terasa...hari ini Raziq Althaf Afriandy tepat 9 bulan!

0 comments | Sabtu, 24 Oktober 2009

Udah sejak lama aku kepingin nulis tentang “sahabat kecil” ku ini, menulis dari pertama kali aku melihatnya sampai dengan kenangan aku tentangnya…

Masih ingat jelas..pertama kali aku melihatnya pada saat aku lagi antri mo masuk ke ruang periksa dokter
Masih ingat jelas…waktu “sahabat kecil” ku ini sedang di gandeng oleh adiknya yg waktu itu berbaju merah sedang berjalan di depanku...
Masih ingat jelas…dimana waktu itu aku menebak kalo “sahabat kecil” ku ini laki-laki atau perempuan ya? Karna kalau di lihat dari rambutnya yang botak dan postur tubuhnya ya “sahabat kecil” ku ini seorang anak laki-laki..tapiiii kalo di lihat dari binar sinar matanya dengan bulu matanya yang lentik…koq ya kayak anak perempuan ya… ;))


Seminggu kemudian, aku ketemu lagi dengan “sahabat kecil” ku itu…di ruang bermain anak RS Dharmais.Saat itu aku yg duluan nanya ke “sahabat kecil” ku itu…

Aku : “Namanya siapa”
“Sahabat kecil”: Rifa, kalo tante siapa namanya?
Aku: Evi, Rifa lagi di infus krn apa ?
Rifa: “aku lagi di kemo tante, aku kanker otak. Kalo tante evi abis operasi ya ?
Aku :”koq tau?”
“sahabat kecil”: “iya kan itu ada selang darahnya yg tante bawa2 ituloh..yg kayak discman..ha.ha.ha, tante kanker apa? Stadium berapa?”
Aku :”abis operasi payudara krn penyumbatan ASI, mudah2an bukan kanker krn hasil pataloginy belum keluar. Rifa udah lama sakitnya?”
“Sahabat kecil” :”hmmmm, wkt thn 2007 aku sih masih stadium 2 tante..sekarang udh stadium 4. Tapi aku ga takut, krn ini semua dari Allah, kalo aku yakin sembuh pasti Allah kasih kesembuhan buat aku, aku ikhlas koq.”
Aku : [kagum, ga bisa ngomong apapun setelah mendengar kata-katanya]

Sejak perkenalan itu, setiap hari aku slalu mampir ke kamarnya atau langsung ke ruang bermain karna dari jauh suaranya sudah terdengar…
Aku dikenalin juga dengan anak-anak kecil lainnya…ada yang namanya Fitri,,, (anaknya centil…rumahnya di pandeglang…sukanya makan lele krn tiap sore dia minta Ayahnya belikan pecel lele buat makan malam…Fitri penderita Kanker Kelenjar Getah Bening) Nur,,,(anaknya montok…duduk di kursi roda…mukanya cemberut mulu krn dia kesal..sebulan lalu dia masih bisa berjalan tetapi wkt aku ketemu dia sudah duduk di kursi roda, krn di tulang ekor nur “si kanker itu berdiam”..) dan Affan (yg pd saat itu aku & rifa yg mampir ke kamar Affan krn Affan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya…Affan menderita kanker tulang dan kanker itu sudah menjalar kemana – mana, apabila tersenggol tempat tidurnya Affan akan menjerit kesakitan..)
Ya Allah…hanya kepadaMu aku memohon kesembuhan buat sahabat-sahabat kecilku…berilah yang terbaik buat mereka… mereka anak2 yang TEGAR!

Tidak hanya dengan teman-temanya aku dikenalkan oleh “sahabat kecil” ku itu, aku pun dikenalin dengan adik-adiknya…ada yang namanya Reza…Ratu…Rafi..& Raja, mereka anak-anak yang sopan dan tidak malu-malu pd saat berkenalan dengan ku.

Waktu itu, pd saat “Glenn Fredly” datang ke Dharmais utk mengisi acara bazaar yg diadakan oleh Rumah sakit itu dan si om Glen ini sudah mau pulang oleh kembaran ku “eva” yg bertemu dengannya di tempat parkir langsung di panggil “Glen…ada anak yang ngefans banget sama Glen..ingin ketemu sama Glen tp dia ga kuat…dia anak penderita kanker otak…skrg ada di atas. Tanpa ragu Glen minta di antar oleh eva ke tempat “sahabat kecilku” dengan sebelumnya mampir ke kamarku dulu utk mengetahui dimana kamarnya “sahabat kecil” ku itu.

Suasana di Ruang Rawat Inap Anak Dharmais langsung rame..heboh krn kedatangan Glen. Mereka minta foto bersama…sampai2 aku ingat banget “Sahabat kecil” ku itu nyanyi lagunya Glen yg duet dng Dewi Persik…Glen langsung memeluk erat “Sahabat keci” ku itu.
Makasih va…” elu udh bikin bahagia sahabat-sahabat kecil gw Rifa…Fitri…Affan…Nur..dan lainnya.


Banyak pelajaran yg aku dapat dari seorang “Sahabat kecil” ku itu. Pelajaran yang paling utama adalah “IKHLAS”. Karna dia begitu
ikhlas dengan sakit yang Allah berikan ….
Ikhlas dengan keadaan nya yg tidak bisa bersekolah seperti teman-teman sebayanya…
Ikhlas dengan rasa sakit pada saat di kemoterapi
Ikhlas pada saat dijalan menuju ke rumah sakit yg bagi orang sehat tentu tidak ada rasa apapun..tapi untuk “sahabat kecil” ku itu?...suatu perjuangan!
Ikhlas dengan keadaannya yg harus slalu berbagi dengan adik-adiknya…
IKHLAS!!! PELAJARAN YANG AKU DAPAT DARI RIFA “SAHABAT KECIL” KU ITU.

Terima kasih Ya Allah…Engkau telah memberikan kesempatan aku untuk berkenalan dengannya
Terima kasih Ya Allah…Engkau telah memberikan jalan yang terbaik buat Rifa…buat Ayah, Ibunya , Adik-adiknya serta Aku…walaupun jalan terbaik itu adalah dengan Engkau memanggil Rifa untuk kembali kepadaMu Ya Allah.
Terima kasih juga Engkau berikan jalan yang terbaik buat Fitri…Nur…dan Affan agar mereka tidak mengalami rasa sakit yg amat sangat dengan Engkau memanggil mereka ke pangkuanMu ya Allah.

Lapangkanlah kubur “sahabat-sahabat” kecilku itu ya Allah
Terimalah mereka di sisiMu ya Allah…
Berilah kekuatan kepada kami…orang tua , keluarga serta sahabat-sahabat mereka agar kami IKHLAS melepas kepergian mereka.

Terima kasih ya ALLAH
Terima kasih sahabat kecil ku “RIZKI RIFALLAH”

Jakarta, 23 Oktober 2009
-evi-

0 comments | Rabu, 08 Juli 2009





Janganlah pernah mengajari anak dengan marah dan makian, pengertian akan lebih mudah di cerna olehnya . Belajar untuk kreatif mendidik anak tanpa perlu emosi. Bepikirnya secara sederhana sesuai dengan pola pikirnya. Belajarlah terus mendidik anak tanpa kekerasan. Buatlah dunia yang indah untuk si kecil. agar ia bahagia menyongsong masa depannya. * by (almh) Linda Syarief - http://ashadiary.blogspot.com *

[type another text here]


Label: